Peristiwa 17 Oktober 1952

24496139_2248335_51c1f8bd0d6eb

Pagi tanggal 17 Oktober 1952, suasana Jakarta terasa lebihmencekam. Hanya dalam hitungan menit, ribuan massa mendatangi gedung parlemen di Pejambon, Jakarta Pusat. Setelah mendobrak masuk gedung parlemen kemudian mereka menuju Istana Presiden. Kala itu, dua buah tank, empat kendaraan lapis baja, dan ribuan orang menyerbu memasuki gerbang Istana Merdeka. Sejumlah moncong tank dan meriam Angkatan Darat juga menghadap langsung ke arah istana. Akibat dari kejadian itu A.H. Nasution diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

Ada beberapa pendapat tentang apa yang sesungguhnya terjadi dengan kejadian yang kelak dikenal dengan “Peristiwa 17 Oktober 1952” itu. Ada yang menuding PSI, yang saat itu memainkan kartu anti-Sukarno dan anti-komunis, berada di balik gerakan tersebut. Presiden Sukarno sendiri dan beberapa pihak juga memandang peristiwa 17 Oktober 1952 sebagai percobaan “setengah Coup” militer terhadap Presiden Sukarno.

Hubingan Jenderal A.H. Nasution dengan Sukarno memang penuh liku. Sebagai seorang patriot yang turut dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia, mengapa Jenderal A.H. Nasution menempatkan “moncong” meriam ke arah istana. Apa yang sebenarnya terjadi?

Judul Buku : Peristiwa 17 Oktober 1952
Penulis : Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution
Penerbit : NARASI
Pemesanan 085713888005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s