Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjuang Malaysia ( Perkembangan Sejarah Dan Budaya Asia Tenggara Jaman Pra Sejarah-Abad XVI)

a

Dengan tindakan penjajahan dan penjarahan yang dilakukan Portugis, membuat Demak bersiaga. Bertahan agar Jawa tak takluk dengan gempuran Portugis, seperti yang telah dilakukan terhadap Goa, Malaka dan Maluku di kawasan nusantara.

Demak sebagai kerajaan Islam yang memang telah dijadikan musuh oleh Portugis, bersiaga untuk mempertahankan diri. Bahkan kemudian juga menganggap Portugis sebagai lawan. Hingga setiap kerajaan di Jawa yang bersekutu dengan Portugis, dianggapnya sebagai ancaman juga.

Maka begitu mengetahui Pajajaran hendak bekerjasama dengan Portugis, dengan membangun benteng di Sunda Kelapa, Demak langsung bergerak. Prajurit dari Demak dibantu dengan prajurit Cirebon berangkat ke ujung barat Pulau Jawa, menaklukan Banten, sebagai strategi menundukkan Sunda Kelapa.

Hingga dengan direbutnya Banten dan Sunda Kelapa, Pajajaran tak lagi bisa bekerja sama dengan Portugis, yang sudah ditanda tangani pada tahun 1521. Bahkan dengan dikuasainya Sunda Kelapa oleh Fatahillah sang panglima perang Demak, pada tahun 1526 Portugis yang datang langsung diserbu dan diusir dari pelabuhan. Sebuah kemenangan yang gemilang tentang pengusiran Portugis,yang dengan bekerja sama maka penjajahan dan penjarahan pala dari Sunda akan terbuka.

Begitu pun ketika Majapahit yang telah dalam cengkeraman Girindrawardhana. Kekuatan Demak yang makin kuat dan besar, membuat Girindrawardhana kecut untuk menghancurkannya. Maka Majapahit pun hendak bekerja sama dengan Portugis, untuk membantu menyerbu Demak. Berkarung rempah dan kain telah dikirim Majapahit ke Malaka, sebagai permintaan bantuan pada Portugis.

Namun belum lagi Portugis datang membantu, rencana kerjasama itu telah tercium oleh Demak. Hingga digempurlah Majapahit oleh Demak, hingga mengalami keruntuhannya. Jadi, penyerangan Demak terhadap Majapahit, bukan di masa Raden Patah terhadap Brawijaya Kertabumi. Melainkan ketika masa Trenggono, terhadap Girindrawardhana, yang telah merebut Majapahit dari tangan Kertabumi.

Dan sebabnya pun bukan murni pertentangan agama, karena Demak kerajaan Islam dan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Budha. Melainkan karena Girindrawardhana berniat menyerang Demak, dengan meminta bantuan Portugis. Padahal kebijakan politik Demak, Portugis adalah lawan, dan siapapun yang bekerja sama dengan Portugis adalah ancaman. Maka dengan kekuatannya, pada tahun 1527, Demak menghancurkan Majapahit, dan Girindrawardhana terbunuh dalam serangan tersebut.

Sultan Trenggana terkenal dengan ekspansinya, yang ingin menjaga keamanan Pulau Jawa dengan menguasai pelabuhan di sepanjang pesisir utara. Dari mulai Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Lasem, Rembang, Gresik, hingga Pasuruwan.

Ekspedisi terakhir Trenggana terjadi pada tahun 1546, ketika hendak menaklukkan Panarukan yang masih dalam kekuasaan Blambangan. Sebab setelah Portugis gagal bekerjasama dengan Pajajaran dan Majapahit, mereka hendak bekerjasama dengan Blambangan. Untuk penguasaan barang dagangan, juga untuk menghadang serbuan Demak.

Maka pada tahun 1546 itu, tentara Demak dipimpin oleh Sultan Trenggana sendiri. Sebuah kekuatan yang luar biasa besar, seperti yang tertulis dalam catatan seorang Portugis, Fernau Mendes Pinto dalam bukunya “Peregniracao”. Bahwa kekuatan untuk menaklukan Blambangan, serbuan akan dimulai dari Panarukan.

Armada besar berkekuatan 1.000 kapal dan memuat tidak kurang dari 40.000 prajurit, berlayar dari Jepara pada tanggal 2 Februari 1546. Panarukan dikepung dari Pasuruwan selama 3 bulan. Namun dengan kekuatan dan strategi yang dimiliki Blambangan, Panarukan tak juga dapat dikuasai. Hingga kemudian kejadian remeh menyebabkan berakhirnya penyerbuan.

Yakni ketika pembantu Trenggana tak terima dengan tindakannya, membuat si pembantu membunuh Trenggana. Pembunuhan yang kemudian menjadikan tentara Demak kehilangan semangat, bahkan menghentikan penyerbuan terhadap Blambangan.

Begitulah sekelumit wawasan yang kudapatkan dari buku “Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaya” karya Paul Michel Munoz. Buku yang menceritakan tentang perkembangan sejarah dan budaya Asia Tenggara, sejak jaman prasejarah hingga abad XVI.

Dan sejarah Demak kemudian surut setelah peristiwa kematian Trenggana. Karena penerusnya tak bisa meneruskan semangatnya. Bahkan kemudian saling bertikai, berebut takhta, hingga Demak mengalami kehancurannya. Dan Portugis mulai bisa masuk ke Jawa, dengan menjadikan Blambangan sebagai pintu masuknya.

Judul Buku : Kerajaan-Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjuang Malaysia ( Perkembangan Sejarah Dan Budaya Asia Tenggara Jaman Pra Sejarah-Abad XVI)

Pemesanan Hubungi 085713888005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s