Doktrin Agama Syekh’ Abd al-Karim al-Bantani Dalam Pemberontakan Petani Banten 1888

AUTHOR : Hendri F.Isnaeni
PUBLISHER : Kreasi Cendekia Pustaka
HARGA JUAL : Rp.37.500,-
DISKON : 15%
ISBN/BAN : 978-602-19987-3-1
BULAN/TAHUN TERBIT: September 2012

GROUP/KATEGORI : Non-Fiction
SUB GROUP : Sejarah Agama
PANJANG : 15 x 23 cm
JUMLAH HALAMAN : x+118 hal
DESAIN COVER : Gilank83
NAMA EDITOR : Dimas Saputera
BERAT BUKU : 170 gr
DISKRIPSI BUKU : Meskipun rakyat banten memilikiTradisi memberontak,rasanya tanpa ada legitiminasi agama,pemberontakan tidak akan pecah,meski keresahaan sosial memuncak.Doktrin-doktrin keagamaan yang disampaikan Syekh’Abd al-Karim al-Bantani yaitu kedatangan Imam Mahdi, peringatan terakhir Nabi Muhammad Saw.,Mendirikan negara Islam(Dar al-Islam), dan Perang Sabil(Jihad fi sabilillah);yang kemudian disemaikan oleh murid-muridnya seperti Haji Marjuki,Haji Tubagus Ismail,dan Haji Wasid; telah menjadi landasan rasional untuk melakukan pemberontakaan.
Dengan demikian, para pemberontak memahami pemberontakan tersebut sebagai jalan satu-satunya untuk melakukan protes terhadap penguasa kolonial,dimana sebelumnya mereka tidak memiliki atau tidak tersedia cara-cara yang sah untuk menyatakan protes atau perasaan tidak senang terhadap kebijakan kolonial.
***
Di Eropa kala senja Abad Pertengahan, agama dikambinghitamkan sebagai pembenar kesewenang-wenangan penguasa,bahkan diusir dari ruang publik,dan fungsi sosial-politiknya dikebiri. Padahal,sejatinya,ruh asli agama hadir sebagai simbol perlawanaan terhadap ketidakadilan. Ruh inilah yang ditangkap syekh’Abd Al-Karim al-Bantani.Dia menafsirkan agama secara kreatif revolusioner,yang diracik menjadi sebuah gugus ideologi perlawanan terhadap kolonial. Racikan ideologi itu-mengutip Ali Shariati- menjelma menjadi “sangkakala Israfil” yang membangkitkan jiwa-jiwa masyarakat banten untuk berdiri tegak menantang imperialis Belanda. Buku karya Hendri F.Isnaeni ini, layak dicerna bagi siapapun yang ingin belajar dari sejarah bagaimana menjadikan agama sebagai basis pergerakan revolusioner. –M. Subhi Ibrahim, M.Hum., Ketua Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina-
Syekh ‘Abd al-Karim al-Batani adalah sosok ulama yang berperan penting dalam menginspirasi rakyat Banten. Kehadiran ajran-ajarannya yang berasal dari batin Islam mampu menggerakan wong cilik untuk menegakkan keadilan. Meski perannya begitu penting sebagai representasi intelektual Islam di Nusantara, namun saying kajian yang mendalam mengenai ajaran-ajarannya masih jarang. Kehadiran buku yang ditulis oleh sejarahwan muda yang profilik ini dapat menjadi referensi bagi siapapun untuk melihat khazanah intelektual Islam Nusantara –Aan Rukmana, M.A., Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Ketua Harian Nabil Society-

Pemesanan Langsung diskon 15 %
Hub di No.085713888005

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s